HURIA KRISTEN INDONESIA (HKI) DALAM GERAKAN OIKUMENE: Pdt. Dr. Langsung Maruli Sitorus

Pendahuluan Pada tahun seribu sembilan ratus duapuluhan ada perkembangan baru dalam politik pemerintahan Belanda di daerah-daerah jajahan, termasuk di Hindia Belanda (sekarang Indonesia). Kerajaan Belanda memberikan hak kepada daerah jajahan untuk membentuk Volksraad (parlemen) yang anggotanya boleh dari kalangan inlander (pribumi). Penduduk pribumi di Hindia Belanda mulai melek politik, dan gerakan kemandirian (yang kemudian menjadi gerakan kemerdekaan) mulai muncul. (Budi Utomo thn 1920; muncul juga Jong Batak disamping Jong Java di Pulau Jawa atau Batavia). Gelombang perkembangan itu juga melanda gereja di Sumatera (Tanah Batak dan Sumatera Timur), sehingga muncul gerakan Hatopan Kristen Batak (HKB) di bawah pimpinan M.H.Manullang (yang kemudian menjadi pendeta di Ver HChB), sebagai “pergerakan nasional”, yang berjuang menolak aneksasi Belanda terhadap tanah Batak untuk menjadikannya perkebunan. Di tengah Huria Batak (sebutan untuk gereja asuhan Rheinische Mission Gesel...